BIAR KALIAN TAHU!!!

Label:

Sekadar tahu duhai kalian yang ingin menghancurkan Islam.

Ahhh kau terlalu menghendakinya. Mungkinkah? Sepertinya sampai kiamat pun kalian takkan bisa. Karena kami akan selalu berjuang.

Lewat manapun kalian serang, Lewat fisik, ahhh kalian hanya bisa memenangi beberapa peperangan, itupun dengan otak licik yang sudah kalian susun sempurna. Sekarang, kalian perangi kami lewat perang pemikiran dan perang kebudayaan. Sungguh hal itu tak terlihat dan mampu membuat kaum kami sendiri tidak mengenali diri sendiri. Kini kalian mencoba menyebarkan informasi bahwa Islam adalah teroris? Haaah benarkah? Masa teroris teriak teroris. Buktinya mana? Karena tragedi WTC itu kah kalian mengecap kami agama  yang teroris. Huuuuh bukankah kalian yang menjajah Negeri Islam melalui manuver-manuver bom. Meluluh lantakkan tanah Islam. Membunuh anak-anak yang tak tahu apa-apa, menembakki rakyat sipil tak berdosa.

Tentu itu semua lewat akuratnya diplomasi yang telah kalian rancang dengan indah. Wah wah sungguh otak bulus kalian kami beri 2 jempol. Hmmm jempol ke bawah tentunya. Irak, Afghanistan, Palestina, Pakistan. dll adalah bukti nyata yang sekarang kami lihat. Banyak lagi yang lain, yang sengaja kalian sembunyikan lewat media. Sombong dan serakah sifat kalian, ingin menguasai dan mengeksplor  sumber daya alam negeri Islam sekaligus membalas kekakalahan episode masa lalu. Tahu kah kalian, ideology kami sekarang demokrasi, itukan boneka buatan kalian. Hmmm sejak 1924 tentunya, ah si kafir Mustafa Kemal ataturk mungkin sekarang menangis dan menyesal di sana. Tentang kekhalifahan tentunya, ya kami ingin tegak kembali. Bendera Ar-Royya ingin kami kibarkan terus.

Coba kalian perhatikan, lebih baik kami miskin logika daripada miskin akidah bukan? Karena itu akan lebih baik.

Tahukah kalian, kami adalah peluru yg lahir dari tonggak bumi, tahukah itu?

Tanyakanlah tentang kami, kenapa kalian ingin meusnahkan kami? Coba kalian tengok rumah-rumah negri syam dan taman-tanamnya. Pada negri irak dan pedesaanya, Andalusia dan gedung-gedungnya, keemasan negri mesir dan lembah-lembahnya, Jazirah Arabia dan padang saharanya.

Coba kalian tanyakan tentang kami pada dunia dan penghuninya. Pada padang afrika hingga tanah subur negri ajam. Pada mereka semua terekam berita tentang kepahlawanan kami. Pengorbanan jasa-jasa kami Kebanggaan dan peninggalan-peninggalan kami. Ilmu pengetahuan dan keindahan seni kami. Pernahkah kalian kenal dunia yang mulia dan lebih terhormat. Yang lembut dan lebih dahsyat.Disaat bumi tersesat dalam gelapnya kemungkaran. Kami tegakkan timbangan keadilan diantara angkuhnya orang-orang zalim. Kami bangun gedung ilmu pengetahuan. Disaat orang mencampakkan ilmu dari rumah mereka dan membakar buku-buku perpustakaan kami. Kami deklarasikan persamaan. Disaat manusia mentuhankan kebohongan. Kami hidupkan hati manusia dgn iman. Kami hidupkan akal manusia dgn pengetahuan. Kami hidupkan umat manusia dgn kebebasan dan peradaban.

Coba kalian lihat dengan dua mata. Kami bangun kota kuffah basrah, Kairo dan Bagdad. Kami bangun peradaban syam, iraq, mesir dan Andalusia. Kami dirikan baitul hikmah, madrasah nizhamiyah, Universitas cordova hingga universitas al azhar. Kami bangun dan makmurkan masjid al umawi, Kubah al sahra, sirra, man ra’a, al Zahra, Al hambra, sultan ahmad & Taj mahal. Kami telah mengajar pada penduduk bumi tentang arti hidup yg sebenarnya. 

Kamilah guru mereka, kamilah yang memajukan peradaban dunia, kamilah orang islam dan kami bukan teroris (berteriaklah ketika membaca kalimat yang tebal)

DAN KAMI ORANG ISLAM YANG CINTA DAMAI…..
BIAR KALIAN TAHU!!!

Muhammad ErY Zulfian beserta potongan-potongan kecil lirik thufail Al-Ghifarry

ARAB SAUDI ATAU MENIKAH?

Label:

Di sepertiga malam, di saat banyak orang memejamkan matanya untuk bermimpi indah, Abizar seorang mahasiswa angkatan akhir di salah satu universitas Banjarmasin bersimpuh. Kedua tanganya meminta kepada Sang Maha Cinta untuk memilih antara dua pilihan. Usai mengucapkan doa, kedua tangannya mengusap wajah yang mengeluarkan buliran air mata. Hatinya masih belum bisa memilih apakah ia menerima seorang akhwat yang kini biodatanya ada di atas meja belajar.

Seusai sholat malam barulah ia berani membuka amplop berwarna coklat yang di dalamnya itu terdapat biodata seorang gadis yang bukanlah gadis sembarangan. Ia tertunduk malu, apa benar untuknya, pantaskah ia menjadi pendamping hidup gadis itu kelak. Ia mulai ragu, soalnya belum punya pekerjaan tetap, bagaimana untuk menafkahi istri dan anaknya kelak. Apalagi ia sudah mantap selangkah lagi untuk seleksi beasiswa melanjutkan S-2 ke Arab Saudi.

Ia pun mulai membuka isi amplop dan pelan-pelan membaca pesan yang ada dilembar biodata itu. Ternyata seorang akhwat organisatoris sekaligus penulis berbakat di kampusnya namanya Ananda, adik tingkat di bawahnya 2 tahun namun berbeda jurusan. Satu hal lagi yang membuat Abizar kaget ketika membacanya, Ananda sudah mengenal ia sejak pertama kali menginjakkan kaki di dunia perkuliahan. Karena Abizar juga aktif dalam dunia penulisan terutama dalam bidang sains dan islam. Sejak itu Abizar semakin penasaran dengan Ananda.

Beberapa hari kemudian dengan sedikit keberanian Abizar pun menelpon Ananda, yang kebetulan no HP nya ia dapatkan dari biodata. Terjadilah dialog antar dua insan itu. Ananda berkata memilih Abizar karena ia seorang aktivis yang mantap ibadahnya dan satu lagi, karena Abizar juga mempunyai hobi yang sama yaitu menulis, ia sangat suka dengan tulisan-tulisan Abizar. Ketika itu Abizar bertanya, “Ana belum bekerja, bagaimana nanti kebutuhan untuk keluarga?” Ananda pun menjawab dengan santai, “Rizki itu dari Allah. Allah lah yang mengatur rizki kita masing-masing, insya Allah takkan hilang."


Abizar pun semakin bimbang antara menerima atau pergi ke Arab Saudi? Lagi-lagi istikharah ia lakukan, Ananda terkadang lebih ia impikan, sebenarnya Abizar berniat sekali untuk menerima tawaran itu namun sebuah kabar gembira menghalanginya untuk mengungkapkan niat pengumuman seleksi akhir dari beasiswa menyatakan, ia lolos dan setelah di wisuda nanti ia berhak untuk terbang ke Arab Saudi. Di dalam tidurnya pun Abizar bermimpi melihat Kakbah, tidak ada bayang-bayang Ananda.

Keesokan harinya Abizar kembali menelpon Ananda untuk memberi jawaban, “Maaf ukhty, sebenarnya ana juga punya keinginan yang sama dengan ukhty, tetapi setelah istikharah berkali-kali, mungkin ana bukan jodoh ukhty untuk kali ini, tidak tahu nantinya. Sebenarnya ana juga ingin kita bisa melaksanakan sunah Nabi itu setelah ana selesai kuliah di Arab Saudi nanti. Tapi, mungkin itu harapan yang tak masuk akal, sebab ukhti sendiri adalah akhwat yang sangat banyak dikagumi oleh ikhwan, jadi kalau nanti  ada yang melamar, baiknya diterima saja, insya Allah ia akan lebih baik dari ana.”

“Baiklah begini saja, kalau ana di posisi antum pasti ana akan bingung juga memilihnya, soalnya ilmu itu sangat penting. Jarang juga ada mahasiswa jebolan kampus kita bisa masuk perguruan tinggi Islam di Arab Saudi. Doa ana menyertai antum. Ana tidak bisa berjanji apa-apa untuk setia atau tidak, karena sampai mana umur kita nanti, siapa tahu Izrail besok menjemput ana. Tapi satu hal yang perlu antum tahu, kalau sudah pulang nanti, harap datanglah ke rumah ana. Ana cuman minta satu hal itu saja?”

Abizar pun sempat terkejut dengan jawaban itu. Serasa harapan itu masih ada, tetapi ia tak bisa berjanji, “Insya Allah ukhty”. Lagi-lagi Abizar cukup terkesima dengan hati seorang Ananda, sangat baik, sangat pengertian dan satu lagi sangat menunggu ia. Abizar hanya terdiam menatap sebuah gambar besar sebuah Kakbah di dinding kamarnya, ya di sanalah ia akan bersekolah, di Arab Saudi itulah ia akan menuntut ilmu. Tak lama lagi ia akan meninggalkan Banjarmasin dan Ananda. Ia hanya pasrah kepada Allah dan mengingat kata-kata terakhir Ananda. Dalam benak ia mencerna, “Ananda sangat mengharapkan dan menunggu ana sampai lulus nanti, Syukron.”


TERBIT DI SERAMBI UMMAH, JUMAT 19 NOVEMBER 2010

Tertulis karena selaksa rindu yang menggerogoti hati. 
MuhammaD ERY ZulfiaN

YUUUK MENULIS!!!

Label:

 PERDANA DI BLOG BARU

Guys, Alhamdulillah kali ini gue nelurin satu tulisan lagi. Kalau sudah gosipin tentang tulis-menulis, gue malah nge’khayal biar bisa selalu produktif. Nah, untuk itu gue pengen ngasah tulisan-tulisan gue biar lebih mantap, minimal ya kayak Kang abik lah atau Mba Asma Nadia. Hehe. Kebayang nggak kalau nanti nama gue (Muhammad Ery Zulfian), bisa nulis beberapa buku fenomenal, fiuuuh ngekhayal keras nih judulnya. Tapi doakan aja ya teman-teman terutama tiap habis sholat Tahajud. Aamiin.

Nah, about menulis, gue punya tulisan yang insya Allah elu-elu pada tertarik buat ngebacanya. Makanya jangan kemana-mana, tetap stay tune (emang radio) di sini. Okey, pernah dengar istilah seperti ini “Penulis yang baik adalah pembaca yang baik?”. Ya, kebanyakan seorang penulis suka membaca, tetapi sebaliknya seorang kutu buku belum tentu suka menulis. Gimana sepakat? Kalau nggak sepakat ya udah. Hehe. Tahu kan sama Jepang? Itu lo negeri yang pernah mempromosi’in gue sebagai aktor iklan shampo di majalah Sun City Edisi 15. Becanda. He..

Tuh negeri pernah memberitakan bahwasanya koran terbesar mereka setiap harinya bisa terbit dengan jumlah oplah empat kali lebih besar dari jumlah penduduk Jepang itu sendiri looo. Waw amazing? Emang kalau kelebihan koran, terus korannya diapaain yak, dijadikan buat taplak meja atau bungkus kacang yak atau jangan-jangan Jepang membuat binatang yang suka makan koran. Tenang-tenang, nggak bakalan ko kayak gitu, yang kudu kita garis bawahi adalah keberanian penerbit untuk mencetak jumlah sebesar itu adalah sebuah prestasi sekaligus menaruh kepercayaan kepada masyarakat bahwa masyarakat di sana memang gila-gila membaca. Banyak lo penulis besar yang berhasil karena diawali dari kebiasaannya membaca., termasuk juga gue nih v^_^v

Membaca adalah salah satu cara untuk mendapatkan informasi yang bisa kita tuangkan dalam satu tulisan. Percaya nggak menulis itu adalah suatu keterampilan, bukan bakat terpendam yang banyak dikatakan orang. Bila dianalogikan, seperti seorang anak kecil yang mulanya tidak bisa sama sekali mengayuh sepeda. Dia pasti mengawalinya dengan sepeda roda tiga (hehe, sepeda Sinchan), kemudian beranjak roda dua meski masih tertatih-tatih, lalu mengendarai dengan lancar dan kemudian mengganti sepeda yang lebih besar. Makin sering kita latih, makin lihai pulalah kita menulis). Nah, dalam bersepeda kita terkadang jatuh, berarti tulisan kita masih belum berkualitas di mata pembaca karena kunci keberhasilan seorang penulis ada di pembaca, apa nanti menjadi perpustakaan pribadinya atau hanya tergeletak di keranjang sampah.

Bila bicara untuk apa menulis, kita berbicara pula tentang niat seseorang. Ada yang ingin sekadar populer supaya masyarakat luas mengenal sosoknya atau juga ingin mencari uang karena tulisannya sudah terbit di suatu media cetak tertentu. Yakinlah insya Allah kepopuleran dan memiliki materi itu adalah efek samping dari kegiatan kita menulis. Bersyukurlah karena niat utama kita adalah memberikan ilmu kepada orang lain, berdakwah di jalan-Nya, mengucapkan diri, menyampaikan pikiran dan perasaan serta bisa menjadi penolong seseorang. Bukankah ilmu yang bermanfaat adalah salah satu pahala yang terus mengalir dan takkan pernah putus hingga hari akhir. Subhanallah. Maka dari itu, sudahkah anda menulis pada hari ini sahabat? Jikalau belum, mari kita menulis!!!

Muhammad Ery Zulfian